Aksi Nyata Anti-Stunting: DPPKB Kutim Siapkan Intervensi Lapangan Lintas SektorBerbasis Data ‘By Name By Address’

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap memasuki fase paling krusial dalam upaya percepatan penurunan stunting: aksi intervensi langsung di lapangan. Setelah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting, Pemkab Kutim kini memiliki data akurat ‘by name by address’ yang akan dijadikan panduan utama untuk semua program intervensi. Data terperinci ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan pendekatan yang sangat tepat sasaran, memastikan setiap dukungan atau program diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyampaikan bahwa pihaknya bersama para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) telah menyusun agenda besar untuk turun ke masyarakat secara masif dalam dua bulan ke depan. Aksi ini melibatkan apa yang ia sebut sebagai proses “menjual data”— yaitu mengoordinasikan secara aktif data rinci tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan.
Proses “menjual data” ini bukan berarti komersial, melainkan menjadi mekanisme koordinasi yang transparan, di mana data keluarga berisiko stunting akan dipertemukan dengan penanggung jawab program (OPD, Baznas, organisasi sosial, hingga sektor swasta). Setiap pihak akan mengetahui secara pasti intervensi apa yang harus dilakukan, oleh siapa, dan ditujukan kepada siapa, sehingga menghindari
tumpang tindih program dan memastikan efektivitas anggaran. Junaidi menekankan bahwa keberhasilan penurunan stunting di Kutim sangat bergantung pada sejauh mana data mikro ini dimanfaatkan sebagai instrumen kerja nyata yang menuntun kolaborasi lintas sektor. Langkah kolaboratif yang berbasis data, akuntabel, dan transparan ini diharapkan menjadi model baru tata kelola program sosial di Kutim. (adv)




