Fokus Kutim di Akhir Tahun: Mulai dari Penguatan Budaya hingga Tekanan EfisiensiAnggaran

Purantara.id, Kutim – Berbagai isu strategis dan pembangunan menjadi sorotan utama di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada pekan terakhir November 2025. Perhatian pemerintah daerah dan berbagai pihak di Kutim terbagi antara penguatan identitas budaya, upaya menjaga stabilitas sosial, hingga optimalisasi kinerja di tengah keterbatasan anggaran.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, secara resmi membuka Festival Pesona Budaya Kutim, yang dalam
sambutannya menegaskan bahwa Kutai Timur adalah ‘rumah besar’ bagi beragam suku. Pembukaan festival ini menyiratkan komitmen pemerintah daerah dalam merayakan dan memperkuat identitas multietnis yang dimiliki Kutim.
Di sisi lain, dalam upaya menjaga kondusivitas daerah, Wakil Bupati Kutim meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang marak beredar tanpa proses verifikasi di media sosial. Seruan ini muncul seiring dengan keresahan akan adanya berita liar dan tidak bertanggung jawab yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial.
Sementara itu, Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat juga resmi dibentuk. Sayid Angga Redi, salah satu anggota presidium, menyampaikan bahwa pembentukan dewan ini bertujuan agar pengusaha lokal mendapatkan prioritas dalam berbagai proyek dan kesempatan bisnis di daerah.
Dari sektor pemerintahan, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pada tahun ini membawa konsekuensi besar terhadap operasional berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim, misalnya, mengakui bahwa pemangkasan anggaran telah menekan operasional, namun mereka berkomitmen untuk tetap memaksimalkan kinerja.
Namun demikian, beberapa dinas tetap fokus melanjutkan program vital pelayanan masyarakat. Dinas Sosial (Dinsos) Kutim melanjutkan program pemasangan stiker di rumah tangga miskin untuk memastikan bantuan sosial (Bansos) tersalurkan tepat sasaran. Selain itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim memprioritaskan penanganan dan pemeliharaan rambu lalu lintas sebagai program rutin, di samping fokus pada percepatan pemerataan Penerangan Jalan Umum (PJU) melalui program unggulan mereka, Kutim Terang.
Di bidang prestasi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim optimis daerah mereka akan meraih predikat Nindya pada penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026. Di sektor olahraga, sejumlah atlet terbaik Muaythai Kutai Timur mendapat dukungan penuh dari Wakil Bupati Mahyunadi saat mereka berpartisipasi dalam ajang kompetisi di luar negeri, yakni Ring Warrior Championship Malaysia. (adv)




