Adventorial Kutai Timur
Merangkai Seni, Sejarah, dan Literasi: Disdikbud Kutim Gelar Lima Festival BesarAkhir Tahun, Perkuat Karakter dan Identitas Daerah

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), mengumumkan kalender padat berisi lima agenda budaya besar yang akan memeriahkan akhir tahun 2025. Rangkaian kegiatan ini merupakan komitmen Pemkab Kutim untuk memajukan sektor kebudayaan, memperkuat identitas lokal, serta menanamkan nilai-nilai luhur dan literasi kepada masyarakat.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa seluruh event dirancang dengan pendekatan baru, yaitu pelibatan aktif orang tua dan komunitas untuk mendukung penguatan pendidikan karakter.
Berikut adalah lima agenda budaya utama di penghujung tahun 2025:
- Pameran Budaya Sejarah Islam: Sebuah pameran yang menampilkan jejak peradaban Islam dari Arab
hingga tiba di Kutai Timur, berlokasi di Masjid Agung, dan dilengkapi dengan seminar serta lomba
keagamaan seperti Kaligrafi. - Festival Pesona Budaya Kutim: Digelar di Alun-Alun Bukit Pelangi (21-23 November 2025), festival
ini menjadi panggung eksplorasi kekayaan budaya Kutim dari wilayah pesisir hingga pedalaman. - Erau Adat Basap: Sebuah ritual adat penting dari masyarakat Basap di Desa Kerayaan Bilas,
Sangkulirang (23 November 2025), yang diangkat ke ruang publik sebagai bentuk pelestarian tradisi. - Festival Musik Anti Narkoba: Diselenggarakan sebagai kampanye kreatif melawan penyalahgunaan
narkoba melalui seni dan musik (28-30 November 2025). - Festival Literasi Daerah: Menjadi puncak kegiatan akhir tahun (akhir November hingga 4 Desember
2025) yang menargetkan keterlibatan ribuan pelajar SD dan SMP dalam kegiatan menulis massal, bahkan
menargetkan pemecahan rekor MURI untuk meningkatkan minat baca dan tulis di kalangan generasi
muda.
Melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan komunitas, Disdikbud Kutim berharap agenda-agenda ini tidak
hanya menjadi hiburan, tetapi juga fondasi yang kuat untuk kemajuan peradaban daerah. (Adv)




