Mewujudkan Kutim Eko-Efisiensi: DLH Perkuat Tata Kelola Sampah BerbasisKomunitas dan Dorong Kenaikan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mengintensifkan langkahlangkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah daerah untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta berkualitas bagi warganya.
Sekretaris DLH Kutim, Andi Palesangi, menekankan bahwa serangkaian pembenahan yang dilakukan DLH tidak hanya bertujuan memenuhi standar teknis, tetapi juga untuk mendorong perubahan mendasar pada perilaku dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan.
Visi jangka panjang DLH adalah mewujudkan Kutim sebagai daerah yang pertumbuhan pembangunannya selaras dengan kelestarian alam.
Strategi yang digencarkan oleh DLH meliputi:
- Penguatan Tata Kelola Sampah Komunitas: DLH mendorong pembentukan Bank Sampah
di setiap Rukun Warga (RW) untuk mempercepat penuntasan sampah dari sumbernya.
Inisiatif ini didukung program Grass Root Development (GRD) yang fokus pada edukasi dan
peningkatan kesadaran warga dalam mengelola sampah secara mandiri, baik limbah plastik
maupun organik. - Reduksi Sampah Plastik: Pemerintah daerah telah memperkuat kebijakan pengurangan
sampah plastik melalui penerbitan instruksi dan surat edaran Bupati Kutim, yang secara spesifik
melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di toko modern, retail, dan pertokoan.
Kebijakan ini dinilai sudah menunjukkan dampak positif yang signifikan.
Dengan kombinasi kebijakan yang kuat, pembentukan infrastruktur pengelolaan sampah di tingkat
komunitas (Bank Sampah), dan peningkatan budaya sadar lingkungan, DLH Kutim optimis dapat
mewujudkan pengelolaan lingkungan yang ramah, efisien, dan berkelanjutan. (Adv)




