Target Ambisius Nasional: DP2KB Kutim Komitmen Tekan Angka Stunting Menjadi 12Persen pada Akhir Tahun 2025

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan komitmennya untuk mencapai target nasional dalam menekan prevalensi stunting. Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka stunting di Kutim menjadi 12 persen pada akhir tahun 2025. Target ini merupakan upaya percepatan dari
angka stunting di Kutim yang saat ini masih tercatat di atas 20 persen.
Kepala DP2KB Kutim, dr. Roma Malau, menjelaskan bahwa upaya mencapai target 12 persen ini membutuhkan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Intervensi spesifik mencakup asupan gizi langsung pada ibu hamil dan balita, sementara intervensi sensitif melibatkan kolaborasi lintas sektor yang lebih luas, seperti penyediaan air bersih, sanitasi layak, dan edukasi kesehatan.
DP2KB, yang bertindak sebagai koordinator Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), menggarisbawahi pentingnya pendataan by name by address (BNBA). Data akurat ini menjadi kunci untuk memastikan bantuan dan intervensi yang diberikan tepat sasaran kepada keluarga berisiko stunting.
Selain itu, program ini juga berfokus pada:
- Penguatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT): Sebuah program pemberdayaan
masyarakat untuk menyediakan asupan gizi lokal yang murah dan mudah diakses. - Edukasi Calon Pengantin: Memberikan pendampingan gizi sejak masa pra-nikah untuk
mencegah stunting bahkan sebelum kehamilan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, DP2KB Kutim optimis target penurunan stunting
dapat dicapai, sehingga mampu mewujudkan generasi emas Kutai Timur yang sehat, cerdas, dan
unggul. (Adv)




